BUAT PAK YUSRIL IHZA MAHENDRA

Assalamu alaikum wr.wb.
Semoga pak Yusril dalam keadaan sehat dan diberikan kekuatan untuk terus memberikan pencerahan kepada masyarakat Indonesia sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku sekaligus sebagai pencerahan dan pembela umat muslim…

Sebelumnya saya atau kami sebagai umat muslim bisa tidak menggugat JAI telah melakukan penistaan dan pengrusakan akidah dan kaidah agama Islam? Apakah hak ini ada payung hukumnya pak? Sebab saya pribadi merasakan bahwa dengan adanya JAI ini benar-benar telah merusak ajaran agama Islam (dimana semua umat muslim walau berbeda mahzab, tetap sama dalam hal akidah Lailahaillallahu Muhammadarrasulullah), dan agama Islam juga merupakan agama yang sah diakui di republik ini. Jadi saya kira langkah yang tepat adalah memperjuangkan hak akidah agama kami?

Akan tetapi yang sangat meyedihkan para pemimpin negeri ini, koq begitu susah dan berlarut-larutnya memutuskan hal ini, sehingga terjadi pembakaran tempat ibadah JAI, secara pribadi saya sendiri, dari hati saya yang paling dalam sih sangat tidak setuju dengan pembakaran dan pengrusakan itu, harusnya yang kita kejar itu adalah para pemimpin republik ini yang secara hukum dan struktural berkewajiban memberikan solusi, yang lebih meyedihkan dan meyesakkan hati saya mereka secara KTP beragama Islam dan telah menunaikan ibadah haji, tetapi mereka tidak sedih dan terketuk hatinya ketika agama yang mereka anut di injak-injak ajarannya. Terus terang pak saya tidak habis pikir dengan sikap dan langkah yang mereka lakukan, padahal jikalau pak SBY dan jajarannya mengeleuarkan sikap dan keputusan melarang exist-nya organisasi JAI jika masih mengaku Islam dan menjamin keberadaannya jika mereka mau mengakui bahwa mereka bukan agama Islam, tetapi agama baru atau apalah, saya yakin seluruh umat muslim negeri ini akan mendukung dan berteriak Allahu akbar, memangnya harus takut kepada siapa? takut kepada siapa? hanya kepada Allah-lah hakiki-nya kita harus takut, dan ingat secara undang-undang mungkin presiden menjalankan pemerintahan berdasar konstitusi, tapi secara pribadi mereka adalah muslim, sebagai pemimpin dan sebagai seorang muslim akan diminta pertanggung jawabannya dihadapan Allah kelak, ataukah mereka takut dengan tokoh yang katanya ulama kesohor di negeri ini, yang tempo hari ini mengeluarkan argumen bahwa jikalau akan dipersidangkan pelarangan JAI ini, beliau akan menjadi salah satu pembelanya, naudzu billah min dzalik. saya memang penganut islam yang ilmunya sangat jauh dibawah beliau dan juga pak yusril, tapi saya sama sekali tidak menaruh respek kepda beliau, tidak akan pernah, yang paling menyedihkan lagi bahwa masih banyak juga umat muslim yang menjadi pendukungnya, beliau A pendukungnya A, beliau B pendukungnya juga B…

Pak yusril, dulu ketika bapak ke kota Kendari, kalo ga salah akhir tahun 90-an, dengan PBB, saya sangat menaruh simpati yang sangat tinggi, apalagi pak yusril melalui PBB akan memperjuangkan piagam Jakarta. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, gaungnya tidak terdengar lagi. Akhirnya sampai sekarang saya lebih memilih menjadi golput saja. Jika ada yang menyarankan Bapak pindah partai, jangan pak! sekali lagi saya mohon jangan pak, dan jangan pula sembarangan ber-koalisi dengan partai lain hanya untuk tujuan kekuasaan. Saya salah satu pengagum bapak, bapak pun orang pintar secara akademis, dan insya allah secara ilmu agama, saya sangat berharap bapak melalui partai bisa menjadi pembela Islam, tidak mengapa bapak tidak menjadi penguasa, tetaplah menjadi tokoh yang sederhana, pro rakyat, memperjuangkan Islam, mempersatukan umat Islam minimal di republik ini pak, memang mengapa kalau kita tidak jadi penguasa di dunia ini, tapi kita dikenang sebagai tokoh yang membela rakyat, membela Islam, Toh yang paling mulia adalah orang yang paling bertaqwa kepada Allah SWT. Pak sekali lagi saya mohon, di negeri ini sudah krisis ketokohan, hampir semua tokoh yang akan maju yang berkedok akan mensejahterakan rakyat, tapi lihatlah kenapa masih ada jarak antara mereka dengan rakyat, berjas berdasi, sedang rakyat hanya punya dua baju dan celana, satu dipakai sehari-hari, satu lagi dipakai untuk jumatan dan hari raya, mereka masih senang makan enak tapi lihatlah rakyat, bagusnya ada kenikmatan dalam senin-kamis bagi yang menunaikannya. Jadi tanggalkanlah pakaian mewah bapak, jadilah pemimpin yang sederhana, tapi kaya hati, jadilah pemimpin yang sering berpuasa lillahi ta’ala demi makannya rakyat ini, bukankan kita semua ingin kehidupan akhirat yang membahagiakan?